Kamis, 29 Juli 2010

Sya'ban

Keutamaan dan Amalan Bulan Sya’ban

SYA’BAN adalah bulan yang sangat mulia dan disebut bulan Rasulullah saw. Beliau selalu berpuasa pada bulan ini hingga datang bulan Ramadhan. Beliau bersabda, “Sya’ban adalah bulanku. Sesiapa berpuasa satu hari pada bulanku ini, surga adalah miliknya.”
Diriwayatkan dari Imam Shadiq as bahwa ketika bulan Sya’ban tiba, Imam Ali Zainul Abidin as mengumpulkan para sahabat beliau seraya berkata kepada mereka, “Wahai sahabat-sahabatku, tahukah kalian bulan apa ini? Ini adalah bulan Sya’ban. Rasulullah saw selalu bersabda, ‘Sya’ban adalah bulanku.’ Maka, berpuasalah pada bulan ini demi kecintaan kalian kepada beliau dan untuk bertaqarrub kepada Tuhan kalian. Demi Allah yang jiwa Ali bin Husain berada di genggaman tangan-Nya, aku pernah mendengar ayahku, Husain bin Ali as berkata, ‘Aku pernah mendengar dari Amirul Mukminin as bahwa sesiapa berpuasa pada bulan Sya’ban demi kecintaannya kepada Rasulullah dan untuk bertaqarrub kepada Allah, niscaya Ia akan mencintanya, mendekatkannya kepada kemuliaannya pada hari kiamat, dan menganugerahkan surga kepadanya.”

Optimisme

"Bersemangatlah untuk meraih apa yg bermanfaat bagimu.Mintalah tolong kepada Allah dan janganlah lemah. Apabila sesuatu memintamu janganlah engkau mengatakan 'andaikan aku mengerjakan begini niscaya akan begini dan begitu'. Akan tetapi katakanlah, "Qadarullah wama sya'a fa'ala" (Semua ini takdir Allah, DIA yg mengerjakan apa yg DIA kehendaki). Karena kata 'andaikan' itu membuka pintu bagi amalan setan." (HR.Muslim, Ibnu Majah, Ahmad)"
Amalan-amalan sunah pada bulan Ramadhan
Selain puasa yang Allah wajibkan pada bulan Ramadhan ada berbagai amalan yang disunahkan pada bulan ini di antaranya:

1. Mengkhatamkan Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali turun dari lauhul mahfuz ke langit dunia sekaligus. Allah berfirman:
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)(al baqarah: 185)

2. Shalat tarawih
Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Sebuah riwayat mengatakan bahwa Nabi Saw. pernah shalat 11 rakaat, terkadang 13 rakaat atau kurang dari itu. Ketika ditanya tentang shalat malam beliau bersabda: “Dua rakaat dua rakaat, jika seseorang diantara kalian khawatir masuk waktu subuh hendaklah shalat satu rakaat witir.”

3. Memperbanyak doa
Orang yang berpuasa ketika berbuka adalah salah satu orang yang doanya mustajab. Oleh karenanya perbanyaklah berdoa ketika sedang berpuasa terlebih lagi ketika berbuka. Berdoalah untuk kebaikan diri kita, keluarga, bangsa, dan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan dunia.

4. Memberi buka puasa (tafthir shaim)
Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:" Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun". (Bukhari Muslim)

5. Bersedekah
Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmizi).
Dan pada akhir bulan Ramadhan Allah mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa yang dilakukannya.

6. I’tikaf
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. I’tikaf disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; karena Rasulullah Saw. selalu beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir dan para istrinya juga ikut I’tikaf bersamanya. Dan hendaknya orang yang melaksanakan I’tikaf memperbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan lain-lain.

7. Umroh
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan umrah, karena umroh pada bulan Ramadhan memiliki pahala seperti pahala haji bahkan pahala haji bersama Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Umroh pada bulan Ramadhan seperti haji bersamaku.”

8. Memperbanyak berbuat kebaikan
Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah ‘rekening’ pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan sekecil apapun meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan orang lain. Ciptakanlah kreasi dan inovasi dalam berbuat kebaikan agar saldo kebaikan kita terus bertambah.
“dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan momentum Ramadhan untuk merealisasikan ketakwaan diri kita dan bisa meraih predikat “bebas dari neraka.” Amin
Wakullu Am wa Antum bikhair

Minggu, 18 Juli 2010

Sedekah Memang Ajaib
Syasya Prasetyo

tangan  di atas lebih baik daripada tangan di bawah
tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah

Suatu hari saya menulis status di mp (situs jejaring sosial) seperti ini :

10-1 = 19, 10-2=28, 10-3=37 … 10-10= 100 yuk sedekah lebih banyak lagi!..

Lalu ada yang berkomentar : “wah ada rumus baru ya, harus dimasukkan di pelajaran Matematika nih :)”

yang lain berkomentar : “kok bisa begitu rumusnya bagaimana?”

Hmmm, rupanya masih ada yang belum familiar dengan rumus itu. Tapi saya yakin di luar sana sudah banyak yang paham tentang itu dan bahkan sudah mempraktekannya.

Baiklah bagi yang belum tahu, ini dia jawabannya.

Rumus perhitungan di atas adalah rumus matematika sedekah yang dipopulerkan oleh Ustad Yusuf Mansur. Siapa sih yang nggak kenal dengan Ustad kondang satu ini? Setelah Aa Gym jarang muncul di TV, maka Ustad Yusuf Mansur ini lah yang wajahnya tampil di TV. Beliau sering menyampaikan materi mengenai keutamaan sedekah. Menurutnya, setiap kita bersedakah, akan dijanjikan oleh Allah balasan minimal 10 kali lipat dari yang kita sedekahkan. Salah satu janji Allah ini bisa dibaca di Quran surat Al-An’am ayat 160 yang bunyinya :

“Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya dan barang siapa membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)”

Jadi saat kita punya 10 dan kita sedekahkan 1 , maka hasil akhirnya adalah:

10 – 1 = 9 + (1 x 10) = 19.

dan saat kita punya 10 dan kita sedekahkan 2, maka hasil akhirnya adalah :

10-2=8 + (2 x 10) = 28

dan saat kita punya 10 dan kita sedekahkan 3, maka hasil akhirnya adalah :

10-3=7 + (3 x10) = 37

demikian seterusnya .. sampai

jika kita punya 10 dan kita sedekahkan10, hasil akhirnya adalah:

10-10 =0 + (10 x 10) = 100

Maka dari sini ditarik kesimpulan bahwa berapa jumlah yang kita berikan akan berbanding lurus dengan jumlah yang kita dapatkan. Bahasa gampangnya adalah : Semakin banyak kita memberi, semakin banyak pula kita akan menerima.

Hmm..menarik, sesuai juga dengan hukum tarik menarik (LOA) yang saya percayai juga nih..

Butuh testimoni orang-orang yang telah mempraktekkan ini? Hmm kalo gitu buka saja www.wisatahati.com bagian testimoni. ;)

(temukan banyak keajaiban sedekah di sana)